Dalam pernyataan itu tertulis bahwa mereka menyelamatkan diri dari penindakan keras militer di Myanmar sejak kudeta 1 Februari, di mana puluhan wartawan ikut ditangkap bersama ribuan orang lainnya. Izin DVB dan sejumlah organisasi media independen lainnya dicabut.
Kepala Kepolisian San Sai, di luar Chiang Mai, Thapanapong Chairangsri mengatakan kepada Reuters bahwa lima warga negara Myanmar ditangkap karena masuk ke negara itu secara ilegal dan bakal disidang pada Selasa.
Menurutnya, mereka akan dideportasi sesuai ketentuan hukum yang ada, namun menambahkan bawah karena wabah COVID-19, maka mereka akan ditahan selama 14 hari sebelum diserahkan kepada otoritas migrasi. (ant)
Editor: Erna Djedi







