
“Mereka tidak ingin kami salat. Ada perkelahian dan bentrokan saban hari. Setiap hari ada saja masalah,” kata Mahmoud al-Marbua (27), berbicara di dekat Gerbang Damaskus Kota Tua saat polisi mengejar pemuda Palestina dan menembak mereka.
Ketegangan meningkat di kota itu sepanjang bulan suci Ramadhan, di tengah meningkatnya kemarahan atas potensi penggusuran warga Palestina dari rumah-rumah Yerusalem di tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.
Di Jalur Gaza Palestina, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di sepanjang perbatasan dengan Israel.
Militer Israel mengatakan massa melemparkan ban dan petasan yang terbakar ke arah pasukan.
Militan Gaza menembakkan setidaknya satu roket ke Israel yang mendarat di daerah terbuka, kata militer setempat. (brs/ant)
Editor: Yayu Fathilal







