Melly Goeslaw Ungkapkan Keprihatinan Terhadap Pengusiran Paksa Warga Palestina oleh Polisi Israel

Warga Palestina bereaksi ketika polisi Israel menembakkan granat setrum selama bentrokan di kompleks Masjid Al Aqsa, di Yerusalem, (7/5/2021). Bentrokan tersebut imbas ketegangan di Yerusalem yang meningkat karena warga Palestina memprotes pembatasan akses Israel ke beberapa bagian Kota Tua Yerusalem selama bulan suci Ramadhan dan beberapa keluarga Palestina diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka, dan rumah itu diambil paksa oleh pendatang Yahudi Israel. ANTARA FOTO/REUTERS / Ammar Awad/aww.

“Mereka tidak ingin kami salat. Ada perkelahian dan bentrokan saban hari. Setiap hari ada saja masalah,” kata Mahmoud al-Marbua (27), berbicara di dekat Gerbang Damaskus Kota Tua saat polisi mengejar pemuda Palestina dan menembak mereka.

Ketegangan meningkat di kota itu sepanjang bulan suci Ramadhan, di tengah meningkatnya kemarahan atas potensi penggusuran warga Palestina dari rumah-rumah Yerusalem di tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Di Jalur Gaza Palestina, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di sepanjang perbatasan dengan Israel.

Militer Israel mengatakan massa melemparkan ban dan petasan yang terbakar ke arah pasukan.

Militan Gaza menembakkan setidaknya satu roket ke Israel yang mendarat di daerah terbuka, kata militer setempat. (brs/ant)

Editor: Yayu Fathilal