Kesempatan Emas Menjadi Bintara Polda, Ada MoU Kapolda dengan Kepala Daerah di Kalsel

Pemerintah daerah membantu rekrutmen kepolisian di Kalsel ini menjadi model pertama kerjasama di Indonesia, diluar otonomi khsusus Papua. Dirinya mengharapkan, daerah-daerah lainnya di Kalsel bisa meniru MoU ini.

“Oleh sebab itu, patut berbanggalah masyarakat Kalsel yang memberikan andil dalam rekrutmen Bintara Polisi ini. Kerjasama ini bukan uang keluar, melainkan investasi bagi masyarakat Kalsel dalam rangka berkontribusi memperkuat sumber daya manusia Polri,” jelas Safrizal.

Disebutnya, merupakan investasi yang tidak pernah ada ruginya, dikarenakan rekrutmen Bintara Polri ini dari Kalsel oleh Kalsel dan untuk masyarakat Kalsel pula.

wartabanjar.com/hasby : Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA

Kapolda Kalsel, Irjend Pol Rikwanti kepada wartawan mengatakan, Polda Kalsel menerima 636 orang. Provinsi Kalsel ini merupakan provinsi pertama diluar otonomi khusus yang bekerjasama dalam proses rekrutmen Bintara Polri.

“Tentunya kerjsama ini sangat baik bagi kedua belah pihak, mengangkat harkat martabat seluasnya dan menjaga kamtibmas dalam tahap besar,” ucap Rikwanto.

Pihanya pun sangat mengapresiasi kepada Pemprov Kalsel. Rikwanto pun berterimakasih kepada Pj Gubernur, Bupati dan Wali Kota atas terjalinnya kerjasama ini.

Dia menjelaskan, jumlah anggota polisi dilingkungan Polda Kalsel juga masih jauh dari ideal. Ada sekitar lima ribuan personil tersebar di seluruh Polda Kalsel, idealnya adalah satu polisi berbanding 275 orang, dengan jumlah penduduk di Kalsel sekitar empat juta orang maka saat ini adalah satu banding 750 orang.