Kapolda Kalsel, Irjend Pol Rikwanti kepada wartawan mengatakan, Polda Kalsel menerima 636 orang. Provinsi Kalsel ini merupakan provinsi pertama diluar otonomi khusus yang bekerjasama dalam proses rekrutmen Bintara Polri.
“Tentunya kerjsama ini sangat baik bagi kedua belah pihak, mengangkat harkat martabat seluasnya dan menjaga kamtibmas dalam tahap besar,” ucap Rikwanto.
Pihanya pun sangat mengapresiasi kepada Pemprov Kalsel. Rikwanto pun berterimakasih kepada Pj Gubernur, Bupati dan Wali Kota atas terjalinnya kerjasama ini.
Dia menjelaskan, jumlah anggota polisi dilingkungan Polda Kalsel juga masih jauh dari ideal. Ada sekitar lima ribuan personil tersebar di seluruh Polda Kalsel, idealnya adalah satu polisi berbanding 275 orang, dengan jumlah penduduk di Kalsel sekitar empat juta orang maka saat ini adalah satu banding 750 orang.
“Estimasi untuk memenuhi angka ideal tersebut diperkirakan antara tujuh sampai 10 tahun, terlebih lagi jika dikaitkan dengan susutnya jumlah anggota karena ada yang pensiun,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto, mengajak Pemda untuk berkolaborasi dalam perekrutan anggota Polri dengan menggunakan dana hibah dari Pemprov Kalsel maupin Pemkot dan Pemkab.
Rikwanto mengatakan, dalam perekrutan nanti akan mengkhususkan putra-putri daerah, sehingga mereka yang lulus kemudian bertugas di daerah masing-masing dan tidak ada keinginan lagi untuk pindah.
Dalam penerimaan personel, Polda Kalsel membuka penerimaan dengan kouta 636 orang. Di mana, biaya yang diperlukan dalam rekrutmen anggota Polri sekitar Rp 61,4 juta lebih per orangnya.
“Biaya pendidikan itu meliputi mulai rekrutmen anggota, pendidikan, hingga pelantikan, per orangnya dibutuhkan sekitar Rp 61,4 juta lebih,” jelasnya.(has)
Editor : Hasby







