WARTABANJAR.COM, BRUSSELS-Belgia menunda pemberian vaksin COVID-19 Johnson & Johnson (J&J) atas permintaan perusahaan tersebut.
Perusahaan tersebut yang memintanya langsung, Rabu (14/4/2021).
Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) berharap dapat mengeluarkan rekomendasi mengenai vaksin J&J pekan depan setelah produsen obat AS itu menunda suntikan vaksin buatannya dan Denmark menghentikan vaksin serupa dari AstraZeneca karena risiko pembekuan darah.
Otoritas Belgia mengaku telah menerima 36.000 dosis vaksin J&J pertama pekan ini dan diperkirakan akan menerima lagi 62.400 lebih bulan depan.
Sementara pengiriman untuk Mei dan Juni nanti masih harus diputuskan.
Menurut otoritas, keputusan itu tidak akan berdampak signifikan terhadap rencana vaksinasi dalam jangka pendek.







