Gulf News menuliskan tradisi ini dimulai di Kota Sharjah pada 1930 silam lalu diikuti oleh Dubai dan daerah-daerah lainnya di negara itu.
Meriam Ramadhan yang mengesankan di Dubai dibuat pada tahun 1945 di Inggris.

Sejak itu pula meriam tersebut digunakan untuk mengumumkan waktu salat dan buka puasa selama bulan suci Ramadhan di Dubai selama beberapa dekade.
Jangkauan suaranya 170 desibel dan dapat didengar hingga 10 kilometer.
Tradisi ini boleh disaksikan oleh warga secara gratis, namun khusus tahun ini karena sedang pandemi COVID-19, warga yang menyaksikan diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tidak berkerumun, menjaga jarak dan memakai masker. (brs)
Editor: Yayu Fathilal







