Sosok Paman Birin diMata Guru Wildan dan Sayid Ali Zainal Abidin Al Ahdal

WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – H Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin tak pernah bereaksi atas tudingan Paslon Gubernur Denny Indrayana beserta timnya yang menuduhnya curang. KH Muhammad Wildan Salman atau dikenal Guru Wildan mengeluarkan pernyataan agar masyarakat Banua mendukung Paman Birin di PSU.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Alquran Darussalam Martapura itu menilai sosok Paman Birin mempunyai karakter yang dermawan. Guru Wildan juga memahami bahwa Paman Birin tak pernah korupsi.

Terlebih berkaca pada kepemimpinan H Sahbirin Noor dan Rudy Resnawan di Kalsel, sejak dilantik lima tahun lalu, tak terasa berlalu. Memimpin 11 kabupaten dan 2 kota di Banua, ada kesan mendalam yang sangat membekas di hati masyarakat. 

Istimewa

Kesan itu pula yang dirasakan Habaib Banua, Sayid Ali Zainal Abidin Al Ahdal putra dari Habib Muhammad bin Ibrahim Al Ahdal.

Kepemimpinan pria yang akrab disapa Paman Birin itu dekat dengan warga.

“Sangat merakyat. Fenomena ini yang dirasakan masyarakat Banua,” ucapnya, Senin (12/4).

Paman Birin di mata rakyat adalah sosok yang mengutamakan silaturahmi. Misalnya, jika ada undangan perkawinan warga, ia sebisa mungkin datang untuk menghormati pengundang. Terkadang, suami Hj Raudatul Jannah ini memberikan bantuan, berupa uang atau sembako.

Jika didaulat menyanyi, ia tak menampik. Tamu dan tuan rumah pun gembira.

“Paman Birin sungguh pandai menggemberikan hati rakyat,” ucap saudara dari anak Abah Guru Sekumpul, Habib Ahmad Al Ahdal ini.

Namun,  ketulusan Paman Birin sering disalahartikan oleh lawan politik. Dibuli, dicela, bahkan dihina. Memojokan sedikit kesalahan tanpa mau mengerti apa yang terjadi sebenarnya.

“Termasuk apa yang dilakukan Paman Birin saat memimpin Kalsel. Selalu saja dikritik. Namanya juga politik. Tetapi, sesungguhnya masyarakat memahami benar, apa yang sebernarnya,” ujarnya.

Dalam catatan kedua habaib,  selama Paman Birin memimpin Banua, banyak prestasi yang ditorehkan.  Seperti, membangun dan menjadikan Pelabuhan Swarangan di Tanah Laut sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2016.