WARTABANJAR.COM – Dokter spesialis prostodonsia, Andy Wirahadikusumah mengatakan, mineral di gigi bisa terkikis atau disebut demineralisasi terjadi karena sejumlah faktor salah satunya pola makan yang terlalu banyak mengonsumsi hidangan bersifat asam.
Mineral merupakan salah satu elemen utama yang ada pada gigi dan penting untuk pembentukan kesehatan gigi. Bahkan, email yang menjadi lapisan terluar gigi memiliki persentase mineral terbesar, dibanding bagian tubuh lainnya yaitu 95 persen. Inilah alasan peran mineral terhadap kesehatan gigi amatlah penting.
Konsumsi Infused water dengan campuran potongan buah seperti jeruk atau lemon yang berlebihan bisa menjadi salah satu pemicu hilangnya mineral ini. Menurut Andy, minuman ini bisa memicu demineralisasi atau larutnya mineral dari gigi sehingga munculah masalah gigi sensitif.
“Konsumsi infused water, yakni campuran air putih dengan rendaman potongan buah. Biasanya potongan buah yang dipakai jeruk, lemon dan apel. Kalau dikonsumsi secara berlebihan, bisa menyebabkan terjadinya faktor yang memicu demineralisasi atau larutnya mineral dari gigi sehingga timbulah masalah gigi sensitif,” kata dia dalam konferensi pers virtual, ditulis Kamis.
Setali tiga uang dengan infused water, minuman berkabonasi dan sport drink yang juga akan meningkatkan keasaman dalam rongga mulut dan menyebabkan proses hilangnya mineral gigi lebih cepat.
Pola makan berbasis sayuran dan buah pun bisa menjadi masalah apabila Anda menggunakan bahan yang sifatnya asam seperti lemon, jeruk dan cuka (biasanya dicampur dengan salad).
Kendati begitu, bukan berarti Anda tak boleh mengonsumsi makanan atau minuman ini. Andy menyarankan Anda membatasinya sambil mempertahankan upaya menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi teratur.
Selain pola makan, demineralisasi pada gigi juga bisa terjadi akibat bertambahnya usia, faktor hormon saat masa kehamilan, penyakit sistemik seperti GERD, yakni saat asam lambung naik ke rongga mulut dan menyebabkan rongga mulut lebih asam dan cara menyikat gigi yang salah atau terlalu kuat.
Laman Healtline mencatat, faktor penyebab lainnya juga bisa karena kondisi yang menyebabkan sering muntah termasuk gastroparesis dan bulimia yang dapat menyebabkan asam mengikis enamel.
Resesi gusi dapat juga bisa membuat bagian gigi terbuka dan tidak terlindungi, kemudian kerusakan gigi, gigi patah, hingga mahkota yang aus dapat menyebabkan dentin gigi terbuka, menyebabkan sensitivitas.
Pada gigi mengalami proses demineralisasi, pori-pori atau dinamakan tubulus dentin yang biasanya tertutup menjadi terekspos. Pori-pori ini terhubung dengan saraf-saraf pada gigi. Jadi, apabila ada tekanan atau pemicu seperti makanan yang panas atau dingin maka akan menimbulkan rasa nyeri tajam atau ngilu yang dikenal sebagai gigi sensitif.
Angka kejadian gigi sensitif di Indonesia sendiri merujuk pada studi IPSOS tahun 2018 terjadi pada 1 dari 5 orang.
Lalu apakah mineral yang hilang bisa dikembalikan?
Pakar kesehatan gigi sekaligus Head of Sustainable Living Beauty & Home Care and Personal Care, Unilever Indonesia Foundation, Ratu Mirah Afifah mengiyakan, namun tidak dapat terjadi secara alami oleh tubuh melainkan perlu bantuan dari luar agar proses remineralisasi terjadi.
“Mineral pada gigi yang kerap terkikis akibat gaya hidup sehari-hari, dapat dikembalikan ke kristal HA melalui proses remineralisasi. Remineralisasi adalah proses penggantian kalsium dan fosfat (yang mulai terkikis pada email gigi). Proses ini juga berkontribusi dalam pemulihan kekuatan dan fungsi dalam struktur gigi,” tutur dia.






