WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berbicara soal polemik yang menyertai siaran langsung televisi prosesi lamaran pasangan selebritas Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah.
Rencana pernikahan keduanya tidak hanya disambut gembira oleh para penggemarnya, namun juga menuai kritik karena disiarkan secara langsung di stasiun televisi, menggunakan frekuensi yang merupakan publik.
“Apakah pemanfaatan frekuensi publik untuk konten privat boleh atau tidak, harus dilihat seperti apa kontennya,” kata Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, dalam webinar Kupas Tuntas Penyiaran di Indonesia, Rabu.
Menurut Mulyo, laporan yang masuk ke KPI pusat soal tayangan tersebut cukup tinggi.
Setelah mengadakan rapat pleno, KPI akhirnya memberikan sanksi berupa peringatan keras kepada stasiun televisi yang menayangkan acara lamaran tersebut.
Peringatan keras, dikatakan Mulyo, tidak ada dalam aturan penyiaran, yang menyatakan sanksi administrasi berupa teguran atau pembinaan jika ada pelanggaran.
“Kami pada waktu itu memanggil dan meminta pertanggungjawaban,” kata Mulyo.







