Hingga awal Maret, single tersebut telah ditonton sekitar 3.700 kali, sebuah jumlah yang cukup banyak bagi artis pendatang baru untuk ukuran Gunung Mas (Gumas).
Namanya juga semakin dikenal oleh warga Gumas dan sekitarnya.
Tak jarang orang-orang yang bertemu memanggil dia dengan sebutan Ado Badain, merujuk single pertama yang dirilis olehnya.
Sebenarnya, adik dari Muliadi dan Apriadi ini menggunakan nama panggung Ado Capoera, sesuai dengan nama akun Facebook miliknya, namun masyarakat lebih sering memanggilnya dengan sebutan Ado Badain.
“Terkadang di jalan saya dipanggil seseorang yang saya tidak kenal, untuk mendengar cerita mereka. Mereka meminta dibuatkan lagu berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing,” tuturnya sembari tersenyum simpul.
Tawaran untuk tampil di berbagai acara juga mulai berdatangan, termasuk tawaran tampil di salah satu kafe di Kuala Kurun.
Hanya saja, Ado mengaku tetap memprioritaskan pekerjaan di BRI dan mengesampingkan tawaran-tawaran tersebut.
Bahkan, anak ketiga dari tiga orang bersaudara ini juga mendapat tawaran untuk bergabung dengan studio musik khusus artis daerah yang sudah memiliki nama di Kalteng, namun dia tetap memilih untuk bekerja sama dengan Holmes Musik Studio.
Saat ini dia juga mulai memikirkan untuk segera mengerjakan single selanjutnya, sembari berdiskusi dengan Jefri terkait lagu mana yang akan dirilis selanjutnya, mengingat dia masih memiliki persediaan lima buah lagu.
Dibincangi pada kesempatan yang sama, Jefri mengaku lagu “Badain” merupakan single orisinil pertama yang dirilis oleh Holmes Musik Studio.
Selama ini warga yang datang ke Holmes Musik Studio hanya merilis lagu cover.
Awalnya, Jefri membuka lembaga kursus musik Holmes Private Course di kediamannya pada 2015 dan berbadan hukum pada 2016.
Seiring berjalannya waktu, pada 2018 dia juga membuka studio musik yang dinamakan Holmes Musik Studio.
Kemudian pada 2019, Jefri mulai mengisi studio rekamannya dengan sejumlah peralatan.
Itu pun tidak langsung lengkap, karena alat untuk studio rekaman terbilang mahal.
Hingga akhirnya 2020 itulah dia mengenal Ado yang bekerja di BRI Kuala Kurun dan tertarik meminjam kredit usaha ringan untuk membeli peralatan rekaman yang diperlukan oleh Holmes Musik Studio.
Saat Ado menyampaikan keinginan untuk merekam lagu-lagu miliknya, Jefri langsung tertarik dan meminta Ado untuk mengirimkan lagu-lagu yang telah diciptakan.

Menurutnya, merekam lagu orisinal jauh lebih baik ketimbang merekam lagu cover, sebab untuk merekam lagu cover dan diunggah ke Youtube terbilang cukup rumit yakni harus mendapat ijin terlebih dahulu dari artis yang bersangkutan.
Ada tiga lagu yang diterima oleh Jefri dari Ado.
Saat mendengar tiga lagu yang dikirim, dipilihlah lagu “Badain” sebagai single perdana bagi Ado, karena dia menilai lagu tersebut mudah diterima oleh telinga masyarakat.
“Lagu Badain juga sempat ingin dibeli oleh salah satu artis lokal di Kalteng. Saya memberi masukan kepada Ado agar jangan menjual lagu tersebut dan tetap dinyanyikan sendiri,” paparnya.
Untuk mengaransemen lagu “Badain”, Jefri memerlukan waktu sekitar satu bulan, sedangkan untuk pembuatan video klip memakan waktu sekitar satu minggu.
Menurut dia, untuk aransemen lagu “Badain” memerlukan waktu yang cukup lama karena harus dikonsultasikan dahulu kepada Ado, apakah cocok dengan aransemen yang dibuat.
Dalam pembuatan video klip, mulai dari penyusunan konsep dan pengambilan video dilakukan sendiri oleh Jefri. Sedangkan untuk proses editing Jefri dibantu oleh adik kandungnya.
“Untuk model video klip kami dibantu oleh teman-teman. Lokasinya di Stadion Mini Kuala Kurun dan di klub fitness Copral Gym Kuala Kurun. Banyak yang membantu dalam proses pembuatan video klip,” tuturnya.
Pria kelahiran Palangka Raya, 11 Maret 1986 ini mengakui, kanal Youtube Holmes Official belum menghasilkan uang karena belum memenuhi sejumlah persyaratan seperti jumlah subscriber dan jam tayang yang masih kurang.
Namun alumni Sekolah Tinggi Teologi (STT) Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini yakin nantinya single “Badain” akan menghasilkan uang bagi Ado, seiring terpenuhinya persyaratan yang ditentukan oleh Youtube.
“Kanal Youtube Holmes Official ini baru dibuat pada 2020 dan jumlah video yang diunggah juga belum banyak. Namun saya yakin nantinya kanal ini akan berkembang dan bisa menghasilkan uang,” bebernya.
Selaku produser dari Ado, Jefri juga sudah memilih single berikutnya yang akan dirilis. Untuk aransemen musik sedang disiapkan, sembari menyusun konsep video klip dari single tersebut.
Dia mengaku banyak belajar dari pembuatan single pertama yakni “Badain”. Untuk single berikutnya dia akan berupaya menghasilkan aransemen musik dan video klip yag lebih baik dan diterima masyarakat.
Saat ini, sambung dia, single “Badain” sudah didaftarkan hak cipta serta dapat didengar di platform musik seperti iTunes, Spotify, Apple Music, Amazon Music, dan lainnya.
Sebelumnya, Kepala Unit BRI Kuala Kurun Lanang Imbal Pratama mendukung penuh Ado dalam mengembangkan karir musiknya, dengan catatan tidak mengganggu pekerjaan utama sebagai seorang satpam.
“Intinya saya tidak mempermasalahkan kegiatan Ado sebagai penyanyi, selama tidak mengganggu pekerjaan. Itu kan hal yang positif dan saya lihat hasilnya juga bagus,” demikian Lanang Imbal Pratama. (ant)
Editor: Yayu Fathilal












