Rahmadi mengungkan, karet yang berada di Pasar Lelang Karet Tamburiang, Desa Gunung Riut, merupakan karet murni tanpa campuran sekrap.
Menurut dia, pembekuan latek dilakukan khusus berupa asap cair, deorob, ataupun TSP. Sementara produk karet yang berbentuk lumb dijual oleh pedagang pengumpul sedang dan besar ke pabrik karet di wilayah Kalsel, Kalteng dan Kalbar berdasarkan harga yang ditentukan oleh pasar dunia.
“Pasar lelang karet di Desa Gunung Riut dilaksanakan setiap hari senin dari jam tujuh pagi sampai jam 10 pagi, dengan kisaran harga beli karet berkisar dari harga Rp.9.700-Rp.10.700/Kg, dengan rata-rata kadar kering karet 55-60 persen. dengan perkiraan tonase 30 ton karet, dan diperkirakan perputaraan uang sekitar Rp300 juta,” bebernya.
Dinas Pertanian sendiri telah melakukan wawancara langsung kepada petani, pedagang, dan tokoh masyarakat guna mendapatkan informasi masukan para petani karet yang ada di Kabupaten Balangan. (ant)
Editor: Erna Wati







