WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong kembali menjalankan program peremajaan tanaman karet pada 2026.

Program ini menyasar lahan seluas 25 hektare guna meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil perkebunan karet milik petani.

Tujuannya untuk memperbaiki kondisi tanaman karet yang sudah berusia tua dan kurang produktif.

Baca Juga Heboh! Diduga Oknum Kades di Balangan Terekam Aksi Tak Pantas Saat Live TikTok, Netizen: “Pecat!!”

Melalui peremajaan, petani diharapkan memperoleh tanaman baru yang lebih unggul sehingga hasil produksi dapat meningkat.

Kepala Bidang Perkebunan DKP3 Tabalong, Anik Patsih Wati, mengatakan pada tahun ini pemerintah daerah menyiapkan bantuan bibit karet untuk lahan seluas 25 hektar.

Bantuan tersebut akan disalurkan di dua kecamatan yakni 20 hektar dialokasikan untuk Kecamatan Tanta dan 5 hektar lainnya untuk Kecamatan Muara Uya.

“Untuk tahun ini kita cuma sekitar 25 hektar saja yang bisa kita penuhi karena memang kemarin ada pengurangan anggaran sekitar 30 sampai 40 persen yang harus kita kurangi dan ini berdampak,” ujar Anik pada wartabanjar com, Sabtu (14/3/2026).

Meski terjadi pengurangan anggaran, lanjutnya, DKP3 Tabalong tetap mengupayakan agar program peremajaan tanaman karet dapat terus berjalan dan bantuan bibit karet tersebut direncanakan akan disalurkan pada triwulan ketiga tahun 2026.

Pemerintah daerah berharap program ini dapat membantu petani mendapatkan tanaman karet yang lebih produktif dan berkualitas sehingga usaha perkebunan karet di Kabupaten Tabalong dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (wartabanjar.com/Suhardi).

Editor Restu