Luhut Dorong ASDP Terapkan Tiket Feri Berbasis Online di Seluruh Pelabuhan

“Sudah menjadi kewajiban ASDP untuk selalu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat sebagai bagian dari ‘world class service’ dan dalam dua tahun terakhir ini kita telah menerapkan transformasi digitalisasi melalui penerapan ‘cashless’ dan layanan tiket berbasis online, Ferizy,” tuturnya.

Bahkan, lanjut dia, pengguna jasa yang berada di luar negeri pun, jika ingin melakukan perjalanan liburan dengan kapal ferry, dapat mengakses Ferizy.com, dengan mudah dan cepat.

Keuntungan bagi pengguna jasa yang membeli tiket daring adalah dapat memiliki tiket dengan waktu keberangkatan terjadwal sehingga tidak perlu antre lagi di pelabuhan.

Ia menambahkan, pengguna jasa berperan penting untuk mendukung kelancaran dan mengurangi kepadatan di pelabuhan dengan beli tiket sesuai jadwal dan kuota.

“Salah satu fokus kami, penerapan Port Capacity Management, keseimbangan antara supply (kapasitas kapal) dan ‘demand’ arus kedatangan) pada tingkat optimal. Disini kami melakukan penyesuaian, khususnya di masa peak season agar pengguna jasa tertib untuk mengatur waktu perjalanan sebaik mungkin, mulai dari reservasi tiket online, melakukan check-in, hingga naik ke kapal, sehingga perjalanan lebih lancar, aman dan nyaman,” ujarnya lagi.

Sejak diterapkan pembelian tiket via Ferizy di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk mulai 1 Mei 2020, beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 5 jam sebelum keberangkatan.

Kini, tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup “scan barcode” yang didapat saat beli daring lalu akan mendapat Boarding Pass untuk naik kapal.

Apalagi, di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini, pengguna jasa harus senantiasa menjaga jarak (physical distancing) sehingga dengan membeli tiket secara daring maka akan semakin mengurangi interaksi dengan petugas loket. (ant)

Editor: Erna Wati