Google menemukan beberapa mesin milik peneliti terinfeksi setelah mengunjungi blog peretas, meski pun sudah menggunakan Chrome dan Windows 10 versi terbaru.
Peretas juga akan menghubungi peneliti tersebut, mengajak berkolaborasi. Begitu sepakat, peretas akan mengirim Visual Studio Project berisi malware yang akan menyerang perangkat dan mulai menghubungi server penyerang.
Google menemukan peretas menggunakan berbagai macam platform komunikasi, antara lain Telegram, LinkedIn dan Discord.
Google menyarankan para peneliti untuk memindai sistem mereka dan menggunakan komputer yang berbeda untuk riset mereka. (ant)
Editor: Erna Wati







