Google Peringatkan Rekayasa Sosial Jenis Baru, Gunakan Peretas Disokong Pemerintah Kim Jong Un

WARTABANJAR.COM – Google Threat Analysis Group memperingatkan para peneliti keamanan siber soal metode rekayasa jenis baru yang bisa saja menimpa mereka.

Google, dikutip dari The Verge, rekayasa sosial atau social engineering ini sudah berlangsung selama beberapa bulan untuk mengeksploitasi Windows 10 dan Chrome yang belum menjalankan patch.

Cara tersebut digunakan oleh peretas yang disokong pemerintah Korea Utara, yang saat ini dipimpin Kim Jong Un, menargetkan peneliti perorangan.

Peretas diperkirakan ingin mempelajari kerentanan non-publik yang bisa digunakan pada serangan mendatang.

Google menjelaskan rekayasa sosial baru ini berupa blog atau akun Twitter buatan peretas agar interaksi seolah-olah nyata.

Blog yang dibuat berisi informasi kerentanan yang sudah beredar di publik, sementara akun Twitter memuat tautan ke blog tersebut dan sejumlah eksploitasi lainnya.