Namun pula, tutur Isnaini, pemerintah kota mesti berlaku tegas bagi bangunan yang menutup aliran sungai dan drainase.
“Seperti normalisasi sungai Veteran yang saat ini pemerintah kota lakukan, ada beberapa bangunan toko yang berada di atas sungai itu akhirnya dibongkar demi memperlancar aliran air di sana untuk menyurutkan banjir,” papar Isnaini.
Normalisasi sungai Veteran dari bangunan.(Antaranews Kalsel/istimewa)
Dia pun berharap, langkah tegas ini berlanjut untuk menormalisasi sungai lainnya, karena Banjarmasin memiliki ratusan sungai yang kondisinya terus menyempit karena bangunan.
“Termasuk juga bangunan yang menutup drainase, momentum inilah kita berbenah betul, hingga tidak terjadi lagi bencana ini dihari akan datang,” ujar Isnaini.
Sebagaimana diketahui, Kota Banjarmasin mengalami musibah banjir terhitung pada 14 Januari lalu, tiga kecamatan yang terdampak parah, yakni, Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara.
Musibah banjir besar yang belum semuanya sudah surut ini menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, sebanyak 100 ribu jiwa warga terkena dampaknya. (ant)
Editor: Erna Wati







