Dolar AS Menguat Tekan Harga Emas Tiga Hari Berturut-turut


WARTABANJAR.COMHarga emas kembali melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut karena kurs dolar AS diperdagangkan sedikit lebih tinggi.

Namun ekspektasi pasar atas stimulus fiskal baru AS masih akan mendukung nilai emas menjelang pertemuan Federal Reserve, pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, turun tipis satu dolar AS atau 0,05 persen menjadi ditutup pada 1.855,20 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (22/1/2021), emas berjangka terpangkas 9,7 dolar AS atau 0,52 persen menjadi 1.856,20 dolar AS.

Emas berjangka juga turun tipis 0,6 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.865,90 dolar AS pada Kamis (21/1/2021), setelah melambung 26,3 dolar AS atau 1,43 persen menjadi 1.866,50 dolar AS pada Rabu (20/1/2021), dan melonjak 10,3 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.840,20 dolar AS pada Selasa (20/1/2021).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya menguat 0,2 persen, membuat emas yang dipatok dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Kami mulai mendapatkan indikasi awal bahwa indeks dolar telah mencapai titik terendah dalam jangka pendek. Jika itu masalahnya, kenaikan dolar akan bekerja melawan kenaikan pasar logam mulia yang bullish,” kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

“Prospek inflasi ke depan mengingat semua stimulus dan pelonggaran bank sentral yang telah membuat sistem keuangan dunia dibanjiri uang tunai, itu mendukung (untuk emas) dalam jangka panjang.”

Baca Juga :   Resmi Jadi Bank Devisa, Sejumlah Pengusaha dan Pelaku Industri Tertarik Bermitra dengan Bank Kalsel

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca