Namun demikian, kata dia, bukan berarti penghormatan maupun menghargaan hanya pada peringatan Hari Ibu tersebut.
“Hari raya bagi seorang ibu itu bukan hanya pada saat Hari Ibu, melainkan setiap hari. Sudah sepatutnya seorang anak maupun suami menjadikan setiap hari adalah hari raya bagi ibu, bukan setahun sekali,” ujar perempuan yang akrab disampa Hajjah Anna ini.
Menurutnya, anak wajib mennyenangkan hati ibunya setiap hari. “Apalagi bagi kita muslim, disebutkan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu,” tutur ibu dua anak ini.
Keberhasilan seorang anak, ujarnya, tentunya tidak terlepas dari peran besar ibu yang berjuang membesarkan dan mendidik dengan kasih sayang.
“Ini pengalaman pribadi saya sendiri, bagaimana sosok ibu memberi peran besar bagi saya dan saudara-saudara hingga bisa bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.
Hajjah Anna mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada kedua orangtua yang telah membesarkan dan mendidik hingga bisa seperti sekarang ini.
Menurutnya, pendidikan yang ditanamkan orangtua sejak kecil hingga mendukung dalam karier di dunia politik merupakan bukti nyata perjuangan orangtua, khususnya ibu.
“Kunci keberhasilan berkarier saya ini, adalah kedua orangtua dan keluarga yang mendukung penuh,” tuturnya. (edj)
Editor: Erna Wati







