WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Belasan ribu kotak amal yang tersebar di beberapa provinsi ternyata dananya digunakan untuk membiayai aksi terorisme.
Hal itu diungkapkan Divisi Humas Mabes Polri melalui laman resminya.
Divisi Humas Polri menyebutkan, Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sedang melakukan investigasi terhadap dugaan tersebut.
“Polri dan BNPT tengah melakukan investigasi terhadap dugaan adanya pendanaan jaringan teroris dan radikalisme melalui kotak amal,” tulis Divisi Humas Polri yang diunggah di laman Twitter.
Disebutkan juga, setidaknya sebanyak 13 ribu kotak amal pendanaan aksi terorisme tersebut tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.
Ciri-cirinya
Dikutip wartabanjar.com dari laman Kompas, sejumlah ciri dari kotak amal yang mencurigakan bisa diketahui secara kasatmata dari keterangan di kotak amal tersebut.
Ketua Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK DMI) Lampung, Gus Dimyathi, mengatakan hal tersebut harus diketahui publik dan pemilik tempat kotak amal itu diletakkan.







