WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Nama Irjen Pol Nico Afinta dua hari terakhir ramai pemberitaan media Tanah Air. Namanya disebut-sebut diduga terseret dalam bisnis judi online dalam selebaran viral berbentuk file pdf itu, struktur Kaisar Sambo dan Konsorsium 303.
Bagi masyarakat Kalsel, nama Irjend Pol Nico Afinta sendiri tak asing, Pria kelahiran April 1971 itu pernah berdinas di Bumi Lambung Mangkurat ini, menjabat Kapolda Kalimantan Selatan pada 2020.
Dalam dokumen berbentuk file pdf yang juga diterima wartabanjar.com, nama Nico Afinta disebutkan mulai terlibat saat menjadi Reserse.
Dalam struktur yang beredar tersebut, Nico Afinta disebut menjadi beking terlibat dalam aliran setoran dana dari AKBP JRS. Juga menyebutkan, JRS memiliki jalur komunikasi dengan Konsorsium 303 yang mengelola Gelper, judi bola dan judi online di wilayah Surabaya, PIK (Jakarta), Pluit (Jakarta), Jambi dan Batam.
Selanjutnya dalam strutkur itu juga menyebutkan hubungan jenderal bintang dua ini langsung ke Irjen Pol Ferdy Sambo. Yang mana setiap tahun bersama kroninya menerima setoran lebih dari Rp 1,3 triliun.
Dikutip dari Antara, di awal kedatangannya sebagai Kapolda Kalsel, Nico membawa tiga program utama yang jadi fokusnya yaitu penanganan COVID-19, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020.
Dalam penanganan COVID-19, ada lima program strategis yang digelorakannya yaitu penambahan kapasitas tes polymerase chain reaction (PCR), kapasitas rumah sakit dan tempat isolasi, pembentukan Kampung Tangguh Banua, operasi penegakan disiplin serta efisiensi anggaran.
Polda Kalsel melalui Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin mampu menguji sampel tes PCR untuk COVID-19 sebanyak 150 orang perhari menunjang percepatan penanganan COVID-19 di Kalimantan Selatan.
Nico juga menyiapkan SPN Polda Kalsel di Banjarbaru dan Mako Direktorat Polisi Perairan dan Udara yang baru di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar siap dijadikan tempat karantina bagi pasien COVID-19 jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Polisi kelahiran Surabaya ini memastikan penanganan COVID-19 berjalan sesuai harapan dengan terus meningkatnya angka kesembuhan dan peningkatan jumlah pasien baru berhasil ditekan.
Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan dengan sasaran kegiatan, tempat dan orang juga terus dilakukan Polda Kalsel dengan Tim Pedas-nya bersama petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.







