Penyidik Ungkap Pilot Penyebab Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant Tahun Lalu

WARTABANJAR.COM, NEW YORK – Hasil penyelidikan Komisi Keselamatan Transportasi Amerika Serikat (NTSB) menyatakan pilot dalam kecelakaan helikopter yang menewaskan Kobe Bryant setahun silam melanggar standar federal dan mengalami disoreintasi ketika terbang dalam cuaca berawan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua NTSB Robert Sumwalt kala membuka rapat dewan Selasa waktu setempat yang membahas kecelakaan helikopter di Calabasas, California, pada 26 Januari 2020 tersebut.

Kecelakaan itu menewaskan seluruh penumpang di antaranya Kobe dan putrinya Gianna serta tujuh nyawa lainnya, termasuk si pilot, Ara Zobayan.

“Ia terbang di bawah aturan jarak pandang terbang (VFR), yang secara legal melarangnya untuk menembus awan,” kata Sumwalt dilansir Reuters, Selasa malam.

“Namun, dia melanjutkan penerbangan VFR ini menembus awan, memasuki instrumen kondisi meteorologis,” ujarnya menambahkan.