Balai Besar Jalan Nasional Lakukan Cara Ini untuk Atasi Hancurnya Jalan Gubernur Syarkawi
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Jalan nasional Gubernur Syarkawi hingga Handil Bakti sampai saat ini masih membuat resah warga, terutama para sopir truk angkutan.
Pasalnya, di jalan tersebut setiap hari terjadi kemacetan panjang akibat truk yang terjebak lumpur. Bahkan kemacetan itu terjadi hingga berhari-hari.
Menyikapi keresahan warga tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, meminta pihak Balai Jalan Nasional untuk bertindak mengatasi kondisi di Jalan Gubernur Syarkawi-Handil Bakti.
Sahbirin Noor melakukan koordinasi cepat terhadap pemulihan infrastruktur di Kalsel pasca banjir melalui instansi terkait, yang dalam hal ini adalah kewenangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kepada Gubernur, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Syauki Kamal, menjelaskan Jalan Gubernur Syarkawi, dari simpang Handil Bakti sampai Tugu Km 17 memiliki total panjang 27 kilometer.

Saat puncak banjir, jelas Syauki, ada 13 kilometer dengan beberapa spot atau titik yang terendam hingga tujuh hari.
"Sekarang memang sudah mulai surut, tapi ada tiga titik yang masih Km 6.,900 dan Km 13,300 karena terendam berhari-hari dan kendaraan berat melewati ruas jalan itu kondisi badan jalan memang cukup parah sehingga ada beberapa titik yang sudah tidak ada lagi aspalnya sudah menjadi jalan tanah," jelasnya.
Menurut Syauki, ada beberapa yang sudah diatasi dengan menimbun batu besar, tapi ternyata batunya juga hilang masuk ke ke dalam tanah.
Dia mengungkapkan, sebelum banjir sudah ada kontraktor penyedia jasa untuk pemeliharaan jalan dan rekonstruksi di beberapa titik.
Namun dengan kondisi seperti ini, lanjut dia, tampaknya akan berubah banyak.
"Untuk sementara kita perintahkan kita menimbun memperbaiki yang rusak yang ada, lumpur kita buang, lalu kita timbun dengan batu bercampur dengan batu kecil," jelas Syauki.
Pengerjaan ini, akan dilakukan sebelah dulu di setiap titik yang bermasalah agar bisa dilewati.
Setelah bagian sebelah jalan sudah bisa dilewati, maka bagian sebelahnya akan dilakukan perbaikan sesuai kontruksi dan desain agar tahan dari banjir dan beban berat.