WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) bersiap menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat pada tahun anggaran 2027. Penurunan signifikan transfer keuangan dari pemerintah pusat membuat proyeksi APBD merosot tajam.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, mengungkapkan bahwa anggaran daerah diperkirakan turun dari Rp2,6 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp1,8 triliun pada 2027.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mengambil langkah tegas dengan memangkas pengeluaran yang dinilai tidak mendesak.
“Contohnya kegiatan seremonial yang tidak penting, perjalanan dinas, dan lainnya. Kita utamakan yang benar-benar urgen agar sesuai dengan proyeksi anggaran,” tegas Rahmat saat ditemui usai pembukaan Musrenbang RKPD 2027 di Balairung Tuntung Pandang, Senin (30/3/2026).
Ia menekankan, kebijakan efisiensi ini bukan tanpa alasan. Penurunan pendapatan daerah membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja.
Di sisi lain, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Tanah Laut masih cukup besar. Dari total 1.058 kilometer jalan kabupaten, baru sekitar 500 kilometer yang dalam kondisi mantap. Sisanya masih memerlukan perbaikan.






