WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Warga Desa Masingai II, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memiliki tradisi unik dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Perayaan tidak hanya berlangsung sehari, tetapi berlanjut hingga lima hari, dari 1 hingga 5 Syawal, yang ditutup dengan tradisi lebaran ketupat.
Usai melaksanakan salat Idul Fitri, masyarakat langsung menggelar tradisi silaturahmi dengan saling mengunjungi dari rumah ke rumah.
Anak-anak dan generasi muda biasanya lebih dahulu mendatangi orang yang lebih tua, disusul kunjungan ke kerabat, sahabat, dan tetangga.
Sebelum itu, setiap keluarga lebih dulu melaksanakan tradisi sungkeman. Dalam prosesi ini, anak-anak duduk bersimpuh di hadapan orang tua untuk memohon maaf dan restu dengan penuh khidmat, menciptakan suasana haru dan kekeluargaan yang kental.
Kegiatan saling berkunjung ini tidak hanya berlangsung pada hari pertama Lebaran, tetapi terus berlanjut hingga hari kelima. Bahkan, tamu yang datang tidak hanya berasal dari dalam desa, tetapi juga dari desa tetangga hingga luar kabupaten dan provinsi.







