WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Vinicius Jr dilaporkan mengalami 26 kali pelecehan rasis dari suporter lawan selama lima tahun terakhir sejak Oktober 2021 sampai dengan Februari 2026.
Laporan itu menyebut insiden itu tersebar di 10 stadion berbeda di Spanyol yang memperlihatkan adanya pola berulang dari perilaku rasis terhadap pemain Real Madrid.
Real Madrid segera mengirimkan bukti dugaan rasisme kepada UEFA setelah Vinicius Jr melaporkan bahwa Gianluca Prestianni memanggilnya dengan hinaan monyet dalam laga Liga Champions.
LaLiga dianggap sebagai pihak yang juga sedang menyelidiki insiden tersebut, di mana pertandingan sempat dihentikan selama sepuluh menit karena protokol antirasisme diaktifkan wasit.
Vinicius Jr termasuk pemain yang vokal menentang diskriminasi dengan menyatakan bahwa penghinaan tersebut tidak hanya menyerangnya sendirian tetapi merusak citra sepak bola Spanyol.
Pendukung suporter dan kelompok anti-diskriminasi di media sosial menyerukan hukuman lebih tegas terhadap pelaku rasisme yang menyerang Vinicius Jr secara konsisten di liga.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, suporter dan kelompok fans telah dibawa ke pengadilan atau dihukum setelah melakukan pelecehan terhadap Vinicius Jr dalam pertandingan La Liga atau Copa del Rey.
Kasus terbaru ini dipandang sebagai lonjakan dalam jumlah kejadian rasisme yang dialami bintang Brasil tersebut di kompetisi domestik dan internasional.







