WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Komisi IX DPR RI mengecam insiden sopir pengangkut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, dan meminta evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Desakan itu disampaikan setelah terungkap bahwa sopir yang mengemudi merupakan pengganti dan ada indikasi lemahnya verifikasi personel serta kelayakan kendaraan.
Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, menilai peristiwa ini menunjukkan masalah serius dalam tata kelola program MBG, khususnya pada prosedur pengecekan sopir dan armada. 
Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait meninjau dan merevisi SOP pelaksanaan, termasuk mekanisme pengadaan serta penugasan tenaga lapangan. 
Wakil Ketua lain, Yahya Zaini, menyoroti aspek teknis seperti perawatan kendaraan yang seharusnya rutin diperiksa dan sopir yang berkompeten dalam keselamatan kerja. 
Yahya bahkan mendapat informasi rem kendaraan diduga blong sebelum insiden, sehingga meminta BGN memberi sanksi kepada SPPG jika terbukti lalai. 
Komisi IX juga menyerukan agar pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian ini dan memastikan mereka yang lalai dimintai pertanggungjawaban secara hukum. 
Legislator meminta BGN membantu biaya perawatan korban, termasuk dukungan kesehatan mental bagi siswa yang terdampak psikologis akibat kejadian tersebut. 
BKeterangan dan tindak lanjut resmi terhadap pengusutan, sanksi terhadap SPPG, serta rencana perbaikan SOP diharapkan diumumkan kepada publik demi menjaga akuntabilitas program MBG.
Publik menunggu hasil penyelidikan polisi dan langkah perbaikan dari BGN agar keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah tidak lagi terancam. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







