WARTABANJAR.COM, MOSKOW – Tragedi udara mengguncang Republik Dagestan. Sebuah helikopter Ka-226 yang mengangkut empat eksekutif senior Pabrik Elektromekanis Kizlyar—pabrik militer yang masuk daftar sanksi Uni Eropa—jatuh dan menewaskan sedikitnya lima orang, Jumat (7/11/2025).
Kecelakaan maut itu terjadi di sebuah desa pesisir dekat Laut Kaspia. Rekaman video kejadian langsung viral di media sosial, memperlihatkan detik-detik helikopter mencoba mendarat di pantai sebelum ekornya menghantam batu. Dalam sekejap, rotor belakang patah dan menggantung, membuat helikopter kehilangan kendali.
Namun alih-alih mendarat darurat, helikopter tersebut tetap mencoba terbang—keputusan yang berujung fatal. Beberapa detik kemudian, helikopter menghantam sebuah rumah pribadi yang kebetulan kosong. Benturan keras memicu kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan hingga menyisakan puing-puing.
Detik-Detik Mengerikan Terekam Kamera
Video terpisah memperlihatkan momen dramatis saat helikopter merobek atap rumah sebelum terbakar hebat. Petugas pemadam kebakaran terlihat berjuang memadamkan api di tepi pantai pada malam hari.
Tragedi ini merenggut nyawa empat karyawan Pabrik Elektromekanis Kizlyar, termasuk Achalo Magomedov, wakil direktur umum perusahaan untuk dukungan konstruksi dan transportasi. Seorang mekanik penerbangan Ka-226 juga tewas. Dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.







