Menurut laporan Nexta, Senin (10/11/2025), penyebab kecelakaan diduga kuat karena kerusakan teknis, tanpa indikasi sabotase atau tindak kesalahan yang disengaja.
Rosaviatsia—badan penerbangan federal Rusia—mengklasifikasikan insiden ini sebagai “bencana”, dan memastikan akan terlibat penuh dalam penyelidikan resmi.
Pabrik Elektromekanis Kizlyar dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa pada 2024 karena memproduksi peralatan pesawat untuk militer Rusia. Uni Eropa menuduh perusahaan tersebut mendukung tindakan Rusia yang mengancam integritas dan kedaulatan Ukraina.
Pabrik itu memproduksi berbagai sistem kendali dan diagnostik untuk pesawat, serta aksesoris pendukung di dalam kokpit. Salah satu produknya, kunci DZ-UM, adalah rak bom untuk jet tempur Su-25, yang banyak digunakan dalam serangan udara Rusia di Ukraina.
Tragedi ini menambah daftar kecelakaan udara yang melibatkan armada Rusia dalam beberapa tahun terakhir dan memicu sorotan besar, terutama karena keterlibatan pekerja kunci industri pertahanan Moskow.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad






