WARTABANJAR.COM, PARINGIN– Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Balangan masih menjadi perhatian serius.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Balangan, sejak tahun 2023 hingga Agustus 2025 tercatat 50 kasus HIV/AIDS, dengan 13 di antaranya meninggal dunia.
Data tersebut diungkap dalam kegiatan sosialisasi HIV/AIDS yang digelar Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan di Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Balangan, Rabu (5/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Yulia Kartika Sari, Staf Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsos Kalsel, menyampaikan bahwa angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih waspada dan berperan aktif dalam upaya pencegahan.
“Mahasiswa bisa menjadi agen penyebar informasi yang benar. Dengan pemahaman yang tepat, mereka dapat membantu mengurangi stigma dan mencegah penyebaran HIV/AIDS di lingkungannya,” ujarnya.
BACA JUGA: Zohran Mamdani Menang Telak Jadi Wali Kota New York, Trump Ketar-ketir, Era Baru Politik AS Dimulai!
Yulia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Balangan yang dinilai responsif dalam mendukung kegiatan edukasi kesehatan di kampus.
Selain Dinsos Kalsel, sosialisasi ini turut diisi oleh Dinas Sosial Balangan dan Dinas Kesehatan Balangan, yang memaparkan berbagai materi mulai dari cara penularan, langkah pencegahan, hingga penanganan kasus HIV/AIDS di tingkat daerah.
“Langkah preventif jauh lebih penting daripada kuratif. Edukasi kepada mahasiswa seperti ini sangat strategis karena mereka bisa menyebarkan pemahaman ke masyarakat luas,” tambah perwakilan Dinkes Balangan. (Wartabanjar.com/Alfi)

