WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Deretan pemain dan pelatih Timnas Indonesia kompak menyuarakan ajakan menjaga persaudaraan di tengah maraknya aksi anarkis di sejumlah daerah. Pesan sosial itu disampaikan menjelang laga FIFA Matchday melawan Taiwan (5/9) dan Lebanon (8/9).
Pesan singkat “Mari kita jaga Indonesia” muncul dari para pemain diaspora seperti Jay Idzes, Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangoen, Emil Audero, hingga Beckham Putra. Mereka berbicara dengan dua bahasa Indonesia dan Inggris untuk menjangkau khalayak luas.
Situasi sosial yang memanas beberapa hari terakhir akibat bentrokan massa dengan aparat menjadi latar pesan ini. Beberapa aksi berujung kericuhan, termasuk insiden tragis seorang pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan taktis.
Pengamat sosial olahraga, Anton Sanjoyo, menilai pesan Timnas penting untuk menenangkan masyarakat. “Sepak bola punya kekuatan simbolik. Seruan pemain dan pelatih bisa menjadi perekat di saat masyarakat terbelah,” ujarnya.







