WARTABANJAR.COM – Kabar duka yang membuat sedih masyarakat Kalimantan Selatan itu datang dari RS Sultan Agung, Banjarbaru, Rabu 6 Mei 2026 pagi.
Ulama besar yang juga mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Husin Naparin, berpulang ke Rahmatullah.
Di tengah hiruk-pikuk perkembangan zaman, Kalsel memiliki sosok-sosok yang menjadi “sauh” agar masyarakatnya tetap berpijak pada nilai religiusitas yang kuat.
Baca Juga Kabar Duka, Ulama Ternama Kalsel KH Husin Naparin Meninggal Dunia
Salah satu sosok yang kehadirannya senantiasa memberikan rasa tenang adalah KH Husin Naparin, Lc.KH Husin Naparin ibarat teladan hidup tentang bagaimana ilmu tinggi bertemu dengan kerendahan hati.
Langkah kaki KH Husin Naparin muda pernah membawanya menyeberangi samudera hingga ke jantung peradaban Islam dunia, Universitas Al Azhar, Mesir.
Di sana, beliau menimba ilmu syariah dan ushuluddin, sebuah bekal yang di kemudian hari menjadi fondasi kuat bagi setiap fatwa dan nasihat yang beliau keluarkan.
Gelar “Lc” di belakang namanya bukan sekadar aksesoris akademik, melainkan representasi dari kedalaman pemahaman beliau terhadap naskah-naskah klasik Islam yang kemudian diterjemahkan secara kontekstual bagi masyarakat Banjar.
Selama memimpin MUI Kalsel, KH Husin Naparin dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang wasathiyah atau moderat.
Bukan tipe ulama yang mudah menyalahkan, melainkan pendengar yang baik yang selalu mencari titik temu di tengah perbedaan pendapat antar-ormas Islam.
Di bawah arahannya, MUI Kalsel tidak menjadi institusi yang kaku, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah daerah (Umara) dalam menjaga kerukunan umat beragama, terutama saat menghadapi tantangan besar seperti masa pandemi covid beberapa waktu lalu.







