WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Lionel Messi dipastikan menjalani laga kualifikasi Piala Dunia terakhirnya di tanah Argentina saat menghadapi Venezuela di Stadion Monumental, Buenos Aires, Kamis (4/9).
Pertandingan ini jadi sorotan bukan hanya karena Argentina sudah lolos ke Piala Dunia 2026, tetapi karena publik bakal menyaksikan momen emosional sang kapten menjelang akhir perjalanan internasionalnya.
Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) telah menyiapkan laga dengan anggaran besar, termasuk tiket yang dijual mulai 100 hingga 500 dolar AS. Dana operasional pertandingan berasal dari sponsor utama dan dukungan federasi, namun kebijakan kenaikan harga tiket memicu kritik lantaran dianggap membebani fans lokal.
Bagi Messi, duel melawan Venezuela ini menjadi kesempatan terakhir tampil di depan publik Buenos Aires pada ajang resmi. Setelah itu, Argentina hanya menyisakan satu partai tandang ke Ekuador pada 9 September.
Eks pemain timnas Argentina, Javier Zanetti, menilai laga tersebut bakal penuh makna. “Messi bukan hanya ikon sepak bola, tapi simbol nasional. Laga ini akan jadi sejarah karena bisa jadi momen perpisahan dari publik Argentina,” ujar Zanetti, Jumat (29/8).
Sementara itu, Presiden AFA Claudio Tapia memberikan harapan berbeda. “Semua keputusan ada di Leo. Kami berharap dia masih bersama tim nasional setidaknya sampai Piala Dunia 2026 usai,” katanya.
Para penggemar Argentina kini menantikan apakah Messi benar-benar akan menjadikan laga kontra Venezuela sebagai salam terakhirnya di negeri sendiri. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

