WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Jelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balangan 2025, dinamika dunia jurnalistik di Kabupaten Balangan kembali menghangat. Diskursus mengenai peran strategis dan eksistensi organisasi wartawan menjadi topik hangat, baik di kalangan masyarakat maupun internal komunitas pers sendiri.
Meski isu klasik seperti keraguan terhadap efektivitas organisasi wartawan sempat mengemuka, geliat media dan peran wartawan lokal terus menunjukkan perkembangan positif. Media lokal tumbuh, kanal digital aktif, dan jurnalis makin berperan sebagai agen literasi dan perubahan sosial.
“Dulu banyak yang skeptis. Tapi sekarang kita lihat media lokal makin hidup, literasi jalan, dan wartawan hadir bukan hanya di berita, tapi juga dalam aktivitas sosial masyarakat,” ungkap Hendry Rusadi, jurnalis muda dan anggota aktif PWI Balangan.
Media Lokal dan Sosial Tumbuh Bersama
Transformasi dunia pers di Balangan sejatinya sudah berjalan sejak era komunitas daring lokal seperti Bubuhan Paringin Bahabaran di akhir 2000-an. Sejak itu, media digital seperti Habar Balangan dan Balangan Post hadir mewarnai lanskap informasi daerah.
Tak hanya menulis berita, para jurnalis lokal juga aktif menginisiasi perubahan sosial. Salah satu contoh nyata adalah keterlibatan mereka dalam penataan PKL kawasan Terminal Paringin, yang kini berkembang menjadi sentra kuliner kebanggaan masyarakat.
Saat ini, PWI Balangan memiliki 43 anggota aktif, dengan 27 jurnalis telah bersertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dulunya bagian dari PWI Banua Enam, kini PWI Balangan berdiri mandiri dan menunjukkan progres signifikan dalam profesionalisme serta keorganisasian.







