WARTABANJAR.COM – 2 Siswa dan Kepala Sekolah SDN 4 Wonorejo, Piringsewu mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (24/4/2025). Ketiganya mengalami mual dan sakit perut beberapa jam setelah makan.
Program MBG sendiri telah diterapkan sejak Januari 2025 dan selama tiga bulan berjalan, ini merupakan kasus pertama yang dilaporkan. Makanan hari itu terdiri dari nasi, tahu, ayam, kecambah, kuah soto, dan susu.
Darmiyati sempat mencicipi makanan yang datang pukul 07.30 WIB karena guru yang bertanggung jawab sedang berpuasa. Ia tak mencurigai adanya masalah, meskipun merasa daging ayam hambar.
Sekitar pukul 09.30 WIB saat makanan dibagikan ke siswa, ada keluhan dari anak-anak tentang rasa daging dan kuah soto yang tak biasa. Darmiyati langsung meminta distribusi makanan dihentikan untuk siswa kelas lainnya, hanya susu yang boleh dikonsumsi.
Pukul 11.00 WIB, dua siswa kelas 2 mengeluh sakit perut. Mereka segera dibawa ke Puskesmas dan diminta untuk menjalani pemantauan selama dua hari. Darmiyati sendiri mulai merasakan efek yang sama pada Kamis dini hari dan setelah konsultasi ke dokter, ia dinyatakan mengalami gangguan akibat makanan.
Sebagai bentuk antisipasi, sekolah kini mengubah sistem distribusi. Makanan MBG akan dikirim pukul 10.00 WIB dan harus dikonsumsi maksimal satu jam setelah tiba untuk menjaga kualitasnya.(vri/berbagai sumber)

