Sekitar pukul 09.30 WIB saat makanan dibagikan ke siswa, ada keluhan dari anak-anak tentang rasa daging dan kuah soto yang tak biasa. Darmiyati langsung meminta distribusi makanan dihentikan untuk siswa kelas lainnya, hanya susu yang boleh dikonsumsi.
Pukul 11.00 WIB, dua siswa kelas 2 mengeluh sakit perut. Mereka segera dibawa ke Puskesmas dan diminta untuk menjalani pemantauan selama dua hari. Darmiyati sendiri mulai merasakan efek yang sama pada Kamis dini hari dan setelah konsultasi ke dokter, ia dinyatakan mengalami gangguan akibat makanan.
Sebagai bentuk antisipasi, sekolah kini mengubah sistem distribusi. Makanan MBG akan dikirim pukul 10.00 WIB dan harus dikonsumsi maksimal satu jam setelah tiba untuk menjaga kualitasnya.(vri/berbagai sumber)
#mbg #keracunan #wonorejo #wartabanjar

