WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Tim Satuan Tugas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Kalselteng membeberkan strategi dan taktik teknis di balik upaya pembebasan wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dari ancaman kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sejak diterjunkan pada 18 Oktober hingga awal November 2026, tim satgas terus melakukan intervensi atmosfer menggunakan kombinasi es kering (dry ice) dan garam (NaCl).

Koordinator Lapangan Tim Satgas Pelaksanaan OMC Kalselteng, Fikri Nur Muhammad mengatakan puluhan sorti penerbangan telah diterbangkan di langit Kalimantan untuk memecah pekatnya kabut asap.

”Kita sudah melaksanakan sampai 1 November kemarin sebanyak 52 sorti penerbangan menggunakan dry ice dengan total 40.000 kilogram, serta 83 sorti menggunakan NaCl sebanyak 115.800 kilogram,” ujarnya saat ditemui di Posko OMC Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Selasa (3/11/2026).

Penyemaian dry ice difokuskan pada objek vital transportasi udara seperti Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru di Kalsel, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Pangkalan Bun, hingga Taman Nasional Tanjung Puting di Kalteng.

Fikri mengungkapkan langkah pembombardiran dry ice di atas Bandara Syamsudin Noor menjadi prioritas mendesak mengingat jarak pandang (visibility) sempat merosot tajam akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5.

Baca Juga Dua Awak Heli Karhutla Tewas, Satu Hilang dan Lima Dirawat di RS Kuala Pembuang Kalteng

Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini Hujan di HST HSS dan HSU

”Dry ice itu tujuannya memecah lapisan inversi agar asap naik ke atas. Pada 27 Oktober lalu kita dua kali penyemaian di Banjarbaru, di mana sorti kedua difokuskan di bagian tenggara mengikuti arah pergerakan angin,” terangnya.

Guna memaksimalkan penguraian asap di atas bandara, armada udara menerbangkan pola spiral melingkar berdiameter 5 nautical mile hingga indeks PM2.5 dan jarak pandang kembali membaik.

Untuk menopang pergerakan udara skala besar ini, sebanyak delapan armada pesawat dikerahkan secara terpadu di wilayah udara Kalimantan.