Kasus ISPA di Banjarbaru Mulai Turun, Dinkes Catat 947 Kasus pada Pekan Terakhir Oktober 2026
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarbaru mulai menunjukkan penurunan, setelah sebelumnya mengalami peningkatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, jumlah kasus ISPA pada pekan ke-43 atau periode 25–31 Oktober 2026, tercatat sebanyak 947 kasus. Angka tersebut turun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 1.210 kasus.
Epidemiolog Kota Banjarbaru, Edi Sampana SKM MKes, mengatakan penurunan kasus tersebut turut dipengaruhi kondisi cuaca, terutama hujan lebat yang mengguyur wilayah Banjarbaru pada 26–27 Oktober 2026.
Menurutnya, hujan membantu mengurangi kabut asap dan partikel debu di udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
“Penurunan tersebut turut dipengaruhi kondisi cuaca, terutama hujan lebat yang mengguyur wilayah Banjarbaru pada 26–27 Oktober 2026. Hujan membantu mengurangi kabut asap dan partikel debu di udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat,” ungkap Edi kepada wartabanjar.com, Kamis (05/11/2026).
Penurunan tersebut menjadi perkembangan positif, setelah masyarakat Banjarbaru sempat menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla, yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
Edi berharap, kondisi kualitas udara terus membaik dan kabut asap tidak kembali menyelimuti Banjarbaru, maupun daerah lainnya di Kalimantan.
Baca Juga: Refleksi 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, Perkokoh Kebinekaan hingga Ajak Anak Muda Jaga Alam
Dengan kondisi udara yang semakin sehat, aktivitas masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan normal, serta risiko gangguan pernapasan bisa ditekan.
Meski kasus ISPA mulai menurun, masyarakat tetap diimbau menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap maupun debu, terutama ketika kualitas udara kembali memburuk. (Wartabanjar.com)