Karhutla di Banjarmasin, Kepala BPBD: Kita Sudah Lama Ingatkan Jangan Main Api
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan langkah-langkah strategis guna menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, H Husni Thamrin mengungkapkan bahwa kesiapsiagaan telah digalakkan sejak jauh-jauh hari menyusul peringatan dini dari pihak berwenang terkait cuaca ekstrem yang lebih panjang dan panas.
"Sejak 2 April 2026 sebenarnya Pemerintah Kota Banjarmasin sudah mengantisipasi ini jauh-jauh hari sejak dini dengan dikeluarkannya surat edaran wali kota," ujar Husni Thamrin dalam podcast "Warta Bicara" kolaborasi Diskominfotik Banjarmasin dan Wartabanjar.com, Rabu (4/11/2026).
Ditegaskannya, tantangan karhutla pada tahun ini jauh lebih berat dan panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya akibat pengaruh cuaca ekstrem.
Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian karhutla di Banjarmasin mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, Husni menegaskan bahwa sebagian besar pemicu kebakaran lahan di Banjarmasin bersumber dari kelalaian manusia, seperti pembakaran sampah yang tidak terkontrol serta pembuangan puntung rokok sembarangan.
Baca Juga: Listrik Terus Padam di Banjarmasin, Wakil Wali Kota Sambangi Kantor PLN
Baca Juga: Relawan Banjarmasin Harus Terdaftar di e-Damkar untuk Dapat Insentif Banpres Karhutla
"Penyebab kejadian itu kan bisa kita ketahui sebagian besar itu karena memang kelalaian kita. Seandainya kita bisa mematuhi, berdisiplin terhadap imbauan yang disampaikan oleh wali kota, mungkin tidak akan terjadi, paling tidak berkuranglah kebakaran lahan," ucapnya.
Untuk mengoptimalkan penanganan di lapangan, Pemko Banjarmasin telah mendirikan pos-pos layanan terpadu di sejumlah titik strategis yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga, seperti di Kelurahan Pemurus Dalam, Sungai Andai, dan Sungai Lulut.
Pos-pos ini melibatkan unsur BPBD, pemadam kebakaran swakarsa, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
"Pos lapangan ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat kita supaya masyarakat kita ini keresahannya, keamanannya lebih terjamin karena kehadiran petugas di tengah-tengah masyarakat juga untuk menjaga perbatasan-perbatasan kita," kata Husni.