WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Guna mendukung pengelolaan infrastruktur yang lebih optimal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) konstruksi melalui kegiatan-kegiatan pelatihan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ahli Pemeliharaan Jalan dan Jembatan yang digelar Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR Kalsel di Banjarbaru, Senin (02/11/2026).

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah, dalam pembinaan jasa konstruksi sebagaimana diamanatkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi beserta perubahannya.

Menurut dia, infrastruktur jalan dan jembatan memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah, kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik.

Pemeliharaan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan juga menjadi aspek penting untuk memastikan infrastruktur tetap berfungsi secara baik.

Baca Juga: DWP PUPR Kalsel Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Tatah Makmur

Baca Juga: Pengisian Data SIMSPAM Kalsel Capai 98,41 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional

“Pemeliharaan yang baik merupakan langkah penting untuk menjaga kondisi dan fungsi infrastruktur, serta menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan,” ujar dia.

Ia menjelaskan, melalui Bimtek tersebut, Pemprov Kalsel berupaya membekali tenaga kerja konstruksi dengan pengetahuan dan kemampuan teknis di bidang pemeliharaan jalan dan jembatan.

“Materi yang diberikan mencakup prinsip-prinsip pemeliharaan, mulai dari identifikasi dan penilaian kondisi kerusakan, perencanaan penanganan, metode pelaksanaan pemeliharaan, pengendalian mutu, hingga aspek keselamatan dalam pekerjaan konstruksi,” katanya.

Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta secara teoritis, tetapi juga mampu mendorong penerapan kompetensi secara langsung dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab profesional di lapangan.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan untuk menggali pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber.