"Namun, setelah kami memulai dua pertandingan pertama dan memenangkannya, sebenarnya tidak ada yang berubah. Tim-tim yang kami hadapi tetap tangguh. Kami masih berstatus underdog dan bukan favorit ketika menghadapi tim mana pun di grup ini. Kami hanya bisa melakukan yang terbaik, kemudian pada akhirnya kita akan melihat hasilnya," tambahnya.

Di kubu lawan, Melbourne Victory juga menyadari tantangan besar yang menanti di markas Persib. 

Pelatih Giovanni Savarese mengakui, bermain di kandang lawan selalu sulit, terlebih menghadapi tim yang telah menunjukkan performa positif dalam dua pertandingan awal fase grup.

Meski demikian, Savarese memastikan timnya telah melakukan persiapan untuk menghadapi kekuatan Maung Bandung. Ia ingin para pemainnya tampil kompetitif dan mampu menjalankan rencana permainan dengan baik.

"Tentu. Pertama-tama, kami ingin bersaing dengan baik di kompetisi ini. Kami tahu bahwa bermain di kandang lawan selalu sulit. PERSIB adalah tim yang bagus. Kami sudah melihat bagaimana mereka bermain dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya dan kami tahu bahwa laga ini akan menjadi pertandingan yang berat. Namun, kami telah melakukan persiapan dengan baik. Para pemain kami sudah siap dan kami siap untuk menghadapi mereka," ungkap Savarese.

Ketika ditanya mengenai pemain Persib yang paling diwaspadai, Savarese tidak menunjuk nama tertentu. 

Ia menilai kekuatan Pangeran Biru terletak pada kualitas tim secara keseluruhan, bukan semata-mata pada satu atau dua pemain.

Savarese juga menyoroti pentingnya pengelolaan kebugaran di tengah jadwal kompetisi yang padat. Menurutnya, kedua tim perlu memanfaatkan kedalaman skuad agar tetap mampu bersaing sepanjang pertandingan.

"Tidak. Menurut saya, ketika berbicara tentang Persib kami sudah mengenal tim ini. Kami telah melihat mereka bermain dan mengetahui kualitas para pemain yang mereka miliki. Kami sudah mempersiapkan diri. Kami juga memiliki sekelompok pemain yang sangat antusias untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini," jelasnya.