Hadapi Kabut Asap, PSC 119 Tabalong Siagakan Oksigen Gratis 24 Jam
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Publik Safety Center (PSC) 119 Tabalong Smart terus menyiagakan layanan oksigen gratis dan nebulizer, bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah dampak kabut asap di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Layanan oksigen gratis disediakan selama 24 jam, di sejumlah titik untuk memudahkan warga mendapatkan bantuan, ketika mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya.
Kepala PSC 119 Tabalong Smart, Ferry Nugraha, menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong menyiapkan rumah oksigen di tiga wilayah, yakni wilayah tengah, selatan, dan utara.
"Di wilayah tengah, masyarakat dapat mengakses layanan oksigen di PSC 119 Tabalong Smart. Sementara di wilayah selatan, layanan tersedia di Puskesmas Kelua. Adapun di wilayah utara, warga dapat mendatangi Puskesmas Haruai dan Puskesmas Muara Uya," terang Ferry, Minggu (27/10/2026).
Tak hanya menyediakan oksigen gratis, PSC 119 Tabalong Smart juga menyiapkan alat nebulizer beserta obat-obatan, untuk membantu pasien yang membutuhkan terapi pernapasan sesuai indikasi medis.
Sejak diluncurkan pada akhir September 2026, layanan ini telah dimanfaatkan lebih dari 20 warga.
Baca Juga: HUT Ke-2 Jotab, Grebeg Budaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya Jawa di Tabalong
Baca Juga: Warga Upau Tabalong Bersama Perusahaan Padamkan Empat Karhutla di Areal Konsesi
Penggunanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia.
Ditambahkan Ferry, meskipun jumlah warga yang memanfaatkan layanan setiap harinya tidak terlalu banyak, permintaan tetap ada setiap pekan.
Sejumlah warga bahkan datang langsung ke PSC 119 Tabalong Smart, untuk mendapatkan oksigen gratis.
“Sejauh ini, pemanfaatan rumah oksigen, khususnya di PSC 119, sangat bagus dan diterima masyarakat. Ada beberapa warga yang datang sendiri ke PSC 119 untuk meminta layanan oksigen gratis. Kalau dihitung harian mungkin tidak banyak, tetapi dalam seminggu pasti ada yang meminta layanan ini,” ucap Ferry.
Ia berharap keberadaan layanan tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan awal terkait gangguan pernapasan, terutama di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.