Warga Upau Tabalong Bersama Perusahaan Padamkan Empat Karhutla di Areal Konsesi
WARTABANJAR.COM, TANJUNG — Gerakan Masyarakat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Germas Peka) Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, yang melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, masyarakat hingga perusahaan, melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat lokasi.
Peserta gerakan yang diinisiasi Camat Upau Agustian ini menyasar karhutla di areal konsesi PT Eternal Richway (Sub PT Conch South Kalimantan Cement), PT Bagas Bumi Persada (Sub PT Mantimin Coal Mining), serta PT Tabalong Prima Resource (Jhonlin Baratama).
Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Banjarbaru, Pohon serta Warung Bakso Jalan Karang Anyar Roboh
Baca juga: Hujan untuk Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu Jatuh di Kabupaten Banjar
Dalam upaya pemadaman, warga menggunakan berbagai peralatan, mulai dari mobil pemadam dengan water cannon hingga alat semprot.
Peralatan sederhana tersebut digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit dijangkau selang pemadam.
Agustian mengatakan, Germas Peka merupakan wujud kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap bahaya karhutla yang mengancam lingkungan dan kesehatan warga.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek, Koramil, para kepala desa, masyarakat adat, serta seluruh warga yang secara sukarela bergotong royong memadamkan api.
“Ini adalah bentuk kepedulian seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Upau dalam menangani bahaya karhutla. Saya berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bahu-membahu memadamkan api,” ujar Agustian, Minggu (27/10/2026).
Ditambahkannya, upaya pemadaman tetap dilakukan meskipun kualitas udara berada dalam kategori berbahaya. Warga yang turun ke lapangan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Agustian mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena asap karhutla juga mengancam kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.
“Kita punya anak-anak, punya lansia, dan masyarakat lainnya yang rentan terhadap paparan asap akibat karhutla. Karena itu, kita berupaya bersama menangani kebakaran ini,” katanya.
Ia berharap Germas Peka tidak hanya membantu memadamkan kebakaran, tetapi juga memperkuat kepedulian dan gotong royong masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.