HUT Ke-2 Jotab, Grebeg Budaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya Jawa di Tabalong
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Paguyuban Jawa Tabalong (Jotab) menggelar Grebeg Budaya untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-2, sekaligus mempererat silaturahmi dan melestarikan budaya Jawa di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Minggu (27/10/2026).
Kegiatan bertema Kebersamaan Persaudaraan dalam Itikad Silaturahmi tersebut, menjadi wadah bagi warga Jawa di Tabalong untuk menjaga tradisi leluhur, sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.
Grebeg Budaya dikemas melalui sejumlah kegiatan yang memadukan seni tradisional dan kegiatan keagamaan. Acara diawali dengan pertunjukan Tari Gambyong sebagai tarian penyambutan tamu, diiringi alunan musik campursari.
Rangkaian kegiatan juga diisi tausiyah keagamaan yang disampaikan Ustadz Dadang dari Mabuun, Kecamatan Murung Pudak.
Acara dihadiri Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf, yang turut mengikuti prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, atas perjalanan Jotab yang telah memasuki usia dua tahun.
Kegiatan juga dihadiri sejumlah paguyuban, di antaranya Paguyuban Sragen, Paguyuban Gawe Utomo, dan Paguyuban Jogja, serta anggota Jotab.
Baca Juga: Warga Upau Tabalong Bersama Perusahaan Padamkan Empat Karhutla di Areal Konsesi
Baca Juga: Satlantas Polres Tabalong Patroli Malam dan Atur Arus Kendaraan di Tengah Kabut Asap Karhutla
Dalam sambutannya, Habib Taufan sapaan akrab Wabup Tabalong, mengajak agar menjadikan Grebeg Budaya sebagai momentum untuk terus melestarikan budaya Jawa melalui regenerasi, sehingga tradisinya tetap dikenal dan berkembang di kalangan generasi muda.
"Keberadaan Jotab merupakan bagian dari kekayaan budaya yang memperkuat keberagaman di Kabupaten Tabalong. Karena itu, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kerukunan dan persaudaraan antarmasyarakat," tutur Habib Taufan.
Ia juga berharap, Jotab terus berkontribusi dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat Tabalong, yang memiliki beragam latar belakang budaya.
Sementara itu, Ketua Jotab H Muhammad Robadi mengatakan, paguyuban dibentuk sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi warga Jawa yang tinggal di Kabupaten Tabalong.