Cesc Fabregas Diminta Jangan Pernah Melatih Manchester United
WARTABANJAR.COM - Pelatih Klub Como 1907, Cesc Fabregas, mendapat peringatan keras terkait rumor ketertarikan Manchester United terhadap dirinya.
Dua mantan striker Timnas Inggris, Gary Lineker dan Alan Shearer, menilai menangani Setan Merah saat ini bukan pilihan ideal bagi pelatih muda yang tengah membangun reputasi di Eropa itu.
Manchester United sedang berada dalam tekanan, setelah hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan awal musim Liga Inggris 2026/2027.
Situasi tersebut membuat posisi Michael Carrick sebagai pelatih kepala semakin terancam.
Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan United, mulai dari Eddie Howe, Julian Nagelsmann, Antonio Conte, hingga Fabregas.
Namun, Lineker menilai pelatih Como tersebut perlu berpikir matang sebelum menerima tawaran dari klub raksasa Inggris itu.
"Jika dia terus meraih kesuksesan, bahkan dalam level moderat bersama Como, klub besar akan datang untuk merekrutnya. Bisa jadi Manchester United. Namun, jika dia mengambil pekerjaan itu, dia gila! Klub itu benar-benar seperti kuburan bagi pelatih," ujar Lineker dalam podcast The Rest Is Football seperti dikutip Tribal Foottball.
Baca Juga: Klasemen Hasil Liga Italia: Lazio Kudeta Inter Milan, Como Tekuk Tim Jay Idzes
Baca Juga: Klasemen Hasil Liga Inggris: Gol Sia-sia Haaland, Man City-Chelsea Kalah, Arsenal Tiga Poin
Alan Shearer memiliki pandangan serupa. Mantan penyerang Newcastle United dan Timnas Inggris tersebut, mengakui Manchester United tetap menjadi klub besar, tetapi kondisi mereka saat ini membuat pekerjaan sebagai pelatih kepala tidak terlalu menarik.
Menurut Shearer, banyaknya pergantian pelatih dan pemecatan dalam satu dekade terakhir, menjadi persoalan serius bagi siapa pun yang ingin menangani Setan Merah.
"Saya tahu Manchester United adalah klub sepak bola yang sangat besar, tetapi pekerjaan itu tidak menarik saat ini. Sudah berapa banyak pelatih yang datang dan berapa banyak yang dipecat?" kata Shearer.
Ia bahkan menyindir, satu-satunya daya tarik pekerjaan tersebut adalah potensi kompensasi besar jika seorang pelatih dipecat dalam waktu dekat.