Karhutla Hanguskan 25 Hektare Lahan Guntung Damar Banjarbaru hingga Hari Keempat
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, dekat Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kembali ditangani petugas gabungan, Kamis (22/10/2026).
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 25 hektare.
Api mulai membara sekitar pukul 10.00 Wita dan penanganan berlangsung hingga sore.
Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Yoefi Fahromi, mengatakan kebakaran di kawasan hutan di samping atau belakang Rumah Makan Candra tersebut telah memasuki hari keempat .
Baca juga: Diduga Korupsi, Kepala BKSDA Kalsel dan Pendahulunya Ditahan Kejati, Kerugian Negara Rp5,6 Miliar
Baca juga: Pegawai BKSDA Kalsel Masuk Kantor pada Kamis Malam Pascapenangkapan Pimpinan
“Adapun luasan lahan yang terbakar itu kalau kami bisa perkirakan sekitar 25 hektare,” ujarnya.
Menurut Yoefi, petugas melakukan pemadaman dan pembasahan di sejumlah titik, termasuk di pinggir jalan raya serta area hutan di belakang PMI.
Lokasi penanganan di area tersebut berjarak sekitar 300 meter dari jalan melalui akses jalan pintas.
Dinsos Kalsel mengerahkan dua mobil tangki, yakni Tangki 02 dan Tangki 03, serta satu unit RTU 02 berupa kendaraan double cabin yang dilengkapi mesin portabel.
Personel Tagana yang diterjunkan terdiri dari lima orang pada masing-masing unit tangki dan enam orang pada RTU 02.
Penanganan dilakukan bersama tim gabungan yang melibatkan TNI, Polres Banjarbaru, BPBD, serta pihak perusahaan swasta.
Yoefi menjelaskan, kondisi lahan bergambut menjadi salah satu kendala utama dalam pemadaman.
Selain itu, cuaca terik dan hembusan angin turut menyulitkan petugas dalam mengendalikan api.
Selain di Guntung Damar, Dinsos Kalsel menangani karhutla di belakang asrama putri SMA Banua pada Kamis sore.
Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 15.00 Wita dari kepala sekolah melalui ajudan Kepala Dinsos Kalsel.
Petugas kemudian bergerak ke lokasi dengan mengerahkan RTU 02 (double cabin dengan mesin portabel) dan Tangki 03 untuk memadamkan api di area semak belukar yang menjalar hingga mendekati dinding beton asrama.