WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalteng tidak kunjung mereda hingga pertengahan Oktober 2026 ini.

Imbasnya, proses belajar mengajar terus dijalankan dengan cara PJJ (pembelajaran jarak jauh)

Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi musim penghujan tahun ini mundur hingga Desember 2026 mendatang.

Bila itu terjadi, Karhutla masih rentan terjadi. Kabut asap pun diperkirakan tetap pekat.

Padahal, di awal Desember 2026, bakal digelar ujian akhir semester (UAS).

Mengantisipasi itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya menyiapkan opsi pengunduran jadwal UAS.

Plt Kepala Disik  Palangka Raya, Jayani, mengatakan penyesuaian jadwal UAS bergantung pada perkembangan kondisi pembelajaran dan ketuntasan materi yang harus dikuasai siswa selama semester ganjil. 

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Masih Tebal, Bayi di Samarinda dan Buntok Meninggal karena Sesak Napas

Baca Juga: Singapura Pertimbangkan Tuntutan Hukum untuk 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap Karhutla

Menurut Jayani, Jumat (16/10/2026), antara PJJ dan PTM (pertemuan tatap muka) memiliki perbedaan dalam proses penyampaian dan penerimaan materi.

Karena selama ini PJJ maka pihak sekolah perlu memastikan dulu pemahaman siswa sebelum diikutkan ke UAS.

"Jika PTM sudah dapat dilaksanakan pada November, sekolah masih memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan melalui kegiatan pengayaan, pengulangan, dan penguatan materi sebelum ujian berlangsung," katanya.

Namun, apabila pembelajaran belum berjalan optimal dan materi belum sepenuhnya dikuasai siswa, sekolah membutuhkan waktu tambahan. 

Imbasnya, UAS yang dijadwalkan pada awal Desember dapat digeser ke akhir bulan, bahkan Januari 2027 jika berbenturan dengan libur Natal dan Tahun Baru.

Jayani mengaku khawatir PJJ membuat sebagian siswa tidak menerima materi secara maksimal. 

"Kami khawatir sebagian anak selama PJJ tidak maksimal menerima materi yang diajarkan pada semester ganjil ini," katanya.

Mengenai opsi pengunduran jadwal UAS itu, Jayani menegaskan belum ada keputusan final.