Petugas Kewalahan Memadamkan Api Karhutla di Jejangkit Batola
WARTABANJAR.COM, BATOLA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Sampurna Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Selasa (13/10/2026).
Api berkobar di lahan disertai dengan angin kencang.
Para relawan kesulitan memadamkan api dikarenakan pekatnya kabut asap di lokasi.
Titik api tidak terlihat. Bahkan para relawan mundur dari lokasi karena angin berhembus sangat kencang.
Dilaporkan api karhutla sudah memasuki pemukiman.
Titik lain karhutla di Batola juga terjadi di Sungai Tampung, Bakumpai.
Baca Juga Ini Alasan Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Kalimantan sebagai Bencana Nasional
Baca Juga Sumur Mengering, Warga HST Perlu Sumber Air Cadangan untuk Antisipasi Kebakaran
Warga terlihat panik melihat kobaran api karhutla yang mendekati pemukiman.
Bersama dengan petugas pemadam kebakaran, warga ikut memadamkan api karhutla.
Berikut ini adalah beberapa efek kabut asap bagi kesehatan dikutip dari hellosehat.com:
1. Meningkatkan risiko terjadinya gangguan paru-paru
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, seperti infeksi saluran pernapasan dan emfisema.
Selain itu, efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini karena zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.
2. Menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan
Dalam jangka pendek, efek kabut asap dapat membuat seseorang mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya, keluhan ini berlangsung selama beberapa jam, tetapi bisa semakin parah jika paparan kabut asap terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.
3. Meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung
Berbagai partikel yang ada dalam kabut asap dapat memengaruhi fungsi jantung. Dalam jangka pendek, kabut asap dapat menyebabkan hipertensi dan stroke, sedangkan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah atau (arteriosklerosis).
Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel berbahaya di dalam kabut asap.
4. Menyebabkan iritasi mata