WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Ada yang berbeda dari barisan seragam cokelat di Lapangan Apel Polres Tanah Laut, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026) pagi.

Di bawah terik matahari, puluhan personel mendengarkan wejangan yang bukan sekadar soal tangkap-menangkap pelaku kejahatan, melainkan soal isi dompet dan jempol di layar gawai.

Apel Pagi Jam Pimpinan hari itu dipimpin langsung oleh Wakapolres Tanah Laut, Kompol Eka Saprianto.

Di hadapan para perwira, bintara, hingga ASN kepolisian, Eka memilih membuka percakapan dari meja makan dan rekening bank rumah tangga anggotanya.

Bagi seorang abdi negara, seragam rapi dan lencana di dada takkan berarti banyak jika dapur di rumah goyah karena salah urus uang. Itulah pesan utama yang coba ditancapkan Eka kepada anak buahnya.

Di tengah gempuran tren konsumtif, ia mewanti-wanti agar personel jajarannya piawai membedakan mana kebutuhan primer dan mana sekadar keinginan demi gengsi.

Pengelolaan finansial keluarga yang sehat dinilai menjadi benteng pertama agar anggota polisi bisa berdinas dengan kepala dingin tanpa beban utang piutang.

Baca Juga Brimob Kalsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih, Warga Pondok Sejahtera Banjarbaru Tak Dapat Pasokan PTAM

Baca Juga Karhutla di Tamban Batola, Pemadam Kewalahan Padamkan Api

Tak berhenti di urusan dapur, arah mata angin pengarahan bergeser ke layar ponsel pintar.

Di era ketika informasi bergerak lebih cepat dari desau angin, Eka menyoroti bagaimana personelnya berinteraksi di dunia maya.

Ia mendorong anggotanya agar tidak gagap teknologi dan ikut meramaikan ruang publik digital dengan menyebarkan konten positif institusi.

Namun, pesan peringatan keras juga disematkan, jarimu, harimaumu.

Anggota diingatkan untuk tidak sembarangan mengetik komentar, membagikan informasi mentah tanpa verifikasi, atau memamerkan gaya hidup yang berpotensi mencederai marwah institusi penegak hukum.