Karhutla di Tamban Batola, Pemadam Kewalahan Padamkan Api
WARTABANJAR.COM, BATOLA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Trans Kalimantan km 9, Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Senin (12/9/2026).
Asap pekat terlihat menyelimuti lokasi karhutla disertai dengan angin kencang.
Para relawan yang sedang memadamkan api harus rela mundur dari lokasi karena dikepung asap.
"Kami dikepung, mohon bantuan," teriak relawan.
Mereka perlahan mundur dari lokasi pusat api karhutla karena kencangnya angin dan pekatnya asap.
Pekatnya asap membuat kondisi di lokasi terlihat menguning.
Berikut ini adalah beberapa efek kabut asap bagi kesehatan dikutip dari hellosehat.com:
1. Meningkatkan risiko terjadinya gangguan paru-paru
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, seperti infeksi saluran pernapasan dan emfisema.
Selain itu, efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini karena zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.
2. Menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan
Dalam jangka pendek, efek kabut asap dapat membuat seseorang mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya, keluhan ini berlangsung selama beberapa jam, tetapi bisa semakin parah jika paparan kabut asap terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.
3. Meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung
Berbagai partikel yang ada dalam kabut asap dapat memengaruhi fungsi jantung. Dalam jangka pendek, kabut asap dapat menyebabkan hipertensi dan stroke, sedangkan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah atau (arteriosklerosis).
Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel berbahaya di dalam kabut asap.
4. Menyebabkan iritasi mata