WARTABANJAR.COM, BANJAR - Pembalikan lahan sawah menjadi salah satu upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. 
‎
‎Langkah ini dilakukan guna mengurangi potensi kebakaran akibat jerami kering yang tersisa setelah panen maupun gagal panen saat kemarau.
‎
‎Kegiatan tersebut mulai dilakukan di Desa Malintang, Kabupaten Banjar, Minggu (11/10/2026), setelah apel gabungan yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq. 
‎
‎Pembalikan lahan menggunakan traktor roda empat ini juga direncanakan menyasar sejumlah desa lain dengan target luasan sekitar 850 hektare dalam sepekan.
‎
‎Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan jerami yang dibiarkan mengering di lahan sawah berpotensi menjadi pemicu kebakaran, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan kering.
‎
‎“Ini salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Hasilnya cukup bagus dan efektif untuk pencegahan kebakaran,” ujarnya, Senin (12/10/2026). 

Baca Juga Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Banjarmasin Hari ini Sampai Jam 10 Malam

Baca Juga Pemprov Kalsel Fokuskan Penanganan Karhutla di RSJ Sambang Lihum Banjar Selama Sepekan

‎Menurut Syamsir, pembalikan lahan tidak hanya ditujukan untuk menekan risiko kebakaran, tetapi juga memberi keuntungan bagi petani karena pengolahan tanah bisa dilakukan lebih awal.
‎
‎“Petani sudah mengolah lahan lebih dulu. Nanti kalau hujan turun, mungkin tinggal satu kali lagi merapikan, lahan sudah bisa ditanami,” katanya.
‎
‎Selain sisa jerami yang mengering setelah panen atau gagal panen, potensi pembakaran oleh oknum juga menjadi perhatian.

Karena itu, pembalikan lahan diarahkan agar sisa tanaman tidak dibiarkan menumpuk di permukaan lahan yang kering.
‎
‎Pelaksanaan kegiatan ini dipantau oleh penyuluh pertanian, koordinator penyuluh, serta jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar.

Perkembangan luasan lahan yang telah dibalik juga akan dilaporkan setiap sore melalui sistem pemantauan yang digunakan dinas provinsi.
‎
‎Selain Desa Malintang, kegiatan serupa menyasar Desa Kayu Bawang dan Gambut Barat.