Spirit Jatuh Bangkit Lagi Abercio Saat Latihan Skateboard
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Udara Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) tampak berkabut asap tebal, Minggu (11/10/2026) sore.
Meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangat anggota komunitas River Town Skateboard Banjarmasin di kawasan Siring 0 kilometer Banjarmasin.
Mereka terlihat sibuk memainkan papan skateboard masing-masing, sambil berlatih trik. Komunitas ini lahir pada tahun 2008.
Menariknya, salah satu anggota komunitas River Town Banjarmasin tersebut ada yang baru berumur sebelas tahun, yakni Abercio El Fathir Lubis (11).
Meski masih tergolong anak-anak, kemampuan Abercio dalam memainkan papan seluncur empat roda (skateboard) terbilang sangat berpengalaman.
Ia bahkan telah mengikuti beberapa kompetisi skateboard di wilayah Kalimantan Selatan, yakni Piala Walikota Banjarmasin, Piala Bupati Tabalong, Fungame 17 Banjarbaru, dan perlombaan skateboard lainnya.
Di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin Minggu sore, bersama enam orang anggota komunitas River Town Skateboard lainnya, Abercio terlihat berlatih trik.
Baca Juga: Karhutla Berkobar di Samping Jembatan RK Ilir
Baca Juga: Senin, PAUD hingga SMP di Banjarmasin Pembelajaran Jarak Jauh
"Sejak umur 8 tahun Abercio sudah saya masukan ke komunitas River Town Banjarmasin. Selain hobi, dia memang ada kemampuan di bidang ini," kata ayah Abercio, Norman Lubis.
Selama berkecimpung di dunia skateboard, prestasi tersukses Abercio adalah meraih juara 1 kelas Under 10 Piala Walikota Banjarmasin pada Mei 2026.
Ketika itu, Abercio sukses mengalahkan duabelas peserta lainnya se-Kalimantan Selatan.
"Waktu juara rasanya bangga, senang, lebih percaya diri lagi," ungkap Abercio saat ditemui di kawasan Siring 0 kilometer Banjarmasin.
Kesuksesan itu kini menjadi motivasi khsusus bagi Abercio untuk melangkah lebih jauh lagi. Ia bahkan bermimpi untuk tampil di ajang nasional.
"Nanti maunya bisa sampai ikut lomba di level nasional," pungkasnya.
Mimpi ini dibuktikan Abercio dengan latihan trik skateboard seminggu tiga kali.
Tak hanya itu, menurut Norman, ada filosofi yang kini menginspirasi anaknya, yakni "jatuh, bangkit lagi."